KEBUMEN - Di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, denyut kehidupan ekonomi terasa semakin kencang berkat hadirnya Koprasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Fasilitas yang awalnya mungkin hanya bangunan, kini menjelma menjadi episentrum kegiatan warga, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Suasana di depan KDKMP pada Senin, (6/4/2026), menjadi bukti nyata, dipenuhi deretan lapak UMKM yang menjajakan kekayaan produk lokal.
Ragam kuliner tradisional yang menggugah selera, minuman segar pelepas dahaga, hingga karya seni kerajinan tangan yang otentik, semuanya tersaji. Interaksi jual beli berlangsung semarak, menciptakan atmosfer hangat yang menghidupkan kembali semangat perekonomian desa. Bagi para pelaku UMKM, KDKMP bukan sekadar tempat, melainkan sebuah anugerah.

“Sekarang kami punya tempat untuk berjualan yang lebih ramai. Pembeli juga lebih banyak, jadi pendapatan ikut meningkat, ” ujar Joko (47), salah seorang pelaku UMKM dengan senyum merekah.
Transformasi KDKMP menjadi pusat interaksi ekonomi ini mempermudah warga dalam memasarkan produk sekaligus memperluas jejaring usaha mereka. Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, menegaskan visi di balik pembangunan KDKMP.
“Kami berharap KDKMP ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga, khususnya pelaku UMKM. Ini adalah ruang bersama untuk mendorong kemandirian ekonomi desa, ” kata Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, Senin (06/04/2026).
Beliau menambahkan bahwa geliat UMKM yang mulai terlihat adalah indikasi positif dari efek berganda pembangunan.
“Ketika ekonomi bergerak di satu titik, dampaknya akan menyebar ke sektor lain. Inilah yang kita harapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” tambahnya.
Kini, KDKMP Desa Peniron bukan hanya sekadar pusat kegiatan, tetapi telah menjadi lambang kebangkitan ekonomi desa. Interaksi yang terjalin menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih dinamis dan berpotensi berkelanjutan. Optimisme tumbuh di hati warga, menjadikan KDKMP sebagai simbol semangat wirausaha, kreativitas, serta harapan untuk masa depan ekonomi desa yang lebih kokoh dan mandiri.
(PERS)

Agung widodo