KEBUMEN - Semangat kebersamaan membuncah di Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (04/04/2026) lalu. Hari itu, tonggak awal pembangunan Jembatan Merah Putih ditandai dengan aksi nyata para prajurit Kodim 0709/Kebumen bersama warga setempat. Mereka bahu-membahu meratakan tanah, sebuah langkah krusial yang menjadi fondasi bagi jembatan impian yang kelak akan menghubungkan dua wilayah penting.
Perataan lahan ini bukan sekadar formalitas; ini adalah pondasi krusial yang memastikan jembatan yang akan berdiri kokoh, aman, dan tahan lama. Bayangkan betapa pentingnya infrastruktur ini bagi kehidupan sehari-hari warga.
Di tengah debu dan terik matahari, terlihat jelas bagaimana sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat terjalin erat. Sertu Indra Nur, salah seorang Babinsa, tak sungkan ikut merasakan langsung beratnya pekerjaan meratakan tanah bersama warga. Baginya, ini adalah momen membuktikan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami hadir tidak hanya mendampingi, tetapi ikut bekerja bersama masyarakat. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa, ” ujar Sertu Indra di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, menekankan betapa strategisnya pembangunan jembatan ini. Ia melihatnya sebagai kunci untuk membuka pintu konektivitas yang lebih baik dan merangsang geliat ekonomi.
“Jembatan ini akan menjadi akses penting bagi mobilitas warga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, ” ungkap Dandim.
Keterlibatan aktif warga sejak dini menjadi bahan bakar utama yang membuat proses pembangunan ini bergerak lebih cepat. Ini adalah bukti nyata bahwa kemajuan desa adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, melainkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Kini, Jembatan Merah Putih di Desa Kalipoh bukan hanya sekadar struktur fisik. Ia menjelma menjadi simbol persatuan, kerja keras, dan harapan akan kemajuan desa. Dimulainya pembangunan ini menumbuhkan optimisme besar, menggantungkan asa pada akses yang lebih baik dan masa depan ekonomi yang lebih cerah bagi seluruh warga. (PERS)
